Resensi



Judul buku        : Perdamaian dan Pengkhianatan
Pengarang        : Lilik R. Nurcholisho
Jenis buku        : Novel  sejarah
Tebal                : 210 Halaman
Penerbit            : Basmala & Rumah Kata
Cetakan 1        : Juli 2005

Kebohongan Kaum Yahudi
Oleh Dhee Shinzy Y.


Yahudi berkata, Palestina adalah negeri yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Dalam kitab suci Taurat dijelaskan, “Malaikat Tuhan memanggil Ibrahim dan berkata: Aku memberkatimu dan memperbanyak keturunanmu. Aku buat perjanjian antara aku dan kamu dan keturunanmu sesudahmu, Aku hadiahkan kepadamu negeri asing. Semua bumi Kan’an adalah milikmu selamanya.” (Pasal ke-17 Kitab Kejadian Paragraf: 2-8). Alqur’an berkata dalam surat Al-Maidah:21, “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada  musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.”
Hal ini membuat semakin besar kecongkakan kaum Yahudi dan merasa punya dasar untuk menghancurkan orang-orang muslim di tanah Palestina. Sederet kisah-kisah tragis terhadap kaum Palestina diperankan bangsa Yahudi. Mereka menghalalkan segala cara untuk memusnahkan bangsa Palestina dan tak akan pernah berhenti menyerang Palestina sebelum tujuannya berakhir. Yaitu menguasai tanah yang menurut mereka dijanjikan Allah untuk mereka menunjukan eksistensinya.
Namun benarkah anggapan Yahudi bahwa mereka adalah bangsa pilihan Tuhan yang mendapat kedudukan tertinggi di atas bangsa-bangsa lain? Buku ini akan membuka pikiran kita akan peradaban dan idelisme dari awal sejarah diciptakan hingga masa kini.
Banyak cara untuk menyampaikan kebenaran. Kalau kita merasa bosan membaca buku-buku sejarah yang kadang tidak dapat diserap otak atau tidak dapat dipahami. Buku ini sangat menarik, karena sejarah dikemas dalam bentuk sebuah novel dengan bahasa yang komunikatif. Dalam konsep perdebatan antara muslim dan kaum Yahudi. Mengungkap fakta dan data-data sejarah sampai sedetail-detailnya.
Hadirnya buku ini diharapkan memberi pencerahan kepada umat muslim di seluruh pelosok dunia. Sehingga bisa melek dari tidur panjangnya serta bahu-membahu melawan kebatilan dari kebiadaban orang-orang Yahudi yang terus-menerus menyerang bangsa Palestina. Karena asumsi mereka tentang tanah yang dijanjikan tidak dapat dibuktikan secara historis, empiris, maupun teoritis. Mereka hanya  membual, menyebarkan angan-angan kosong ke seluruh dunia.

..................................................................................................................................................................

Judul Buku       : Tentang Cinta
Penulis              : Alain De Botton
Tebal                : 324 Halaman
Jenis Buku        : Fiksi Ilmiah (Terjemahan On Love, Grove Press, New York, 1993)
Penerbit            : JALASUTRA

Essai Cinta Dalam Sebuah Novel


Oleh Dhee Shinzy Y.

“Filosofi cinta matang ditandai oleh sebuah kesadaran aktif akan baik-buruk dalam tiap diri dan lebih disukai oleh hampir semua pendekatan.”
Seperti itulah petikan kalimat sakti dalam novel Tentang Cinta karya Alain De Botton. Lewat novelnya, Alain De Botton menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari novel-novel lain. Tanpa menghilangkan esensi dari rangkaian alur cerita, gaya naratif novel ini dikemas dalam bentuk esaistik.
Butuh analisis serta konsentrasi yang tinggi untuk memahami maksud yang terkandung dalam tiap kalimat yang ditulisnya. Seperti halnya novel Dunia Sophie karangan Jostein Gaarder, pembaca yang awam mungkin akan sedikit kesulitan memaknai tiap data-data berupa grafik, simbol, gambar, dan lain-lain yang penulis sajikan.
Dalam pemaparannya yang menggunakan orang pertama, penulis berperan sebagai tokoh utama. Beliau mencoba menyampaikan opini mengenai bagaimana kausalitas aku dan kekasihnya (Chloe) bertemu, berkenalan, hingga akhirnya merajut cinta dan kebersamaan serta ending tragis di balik penderitaan cintanya. 
Novel ini lebih menonjolkan retorika penulis mengenai hal ihwal percintaan secara filosofis, fisiologis, dengan referensi tokoh-tokoh penting dan besejarah untuk memperkuat argumentasinya. Adapun kisah aku sebenarnya hanya sebagai contoh kasus dari gagasan-gasannya akan paham romantika. Terbukti dengan tokoh-tokoh yang berperan dalam novel hanya tiga orang, aku, Chloe dan Will. Minimnya variasi cerita membuat novel ini terasa menjenuhkan.
Secara keseluruhan novel ini layak dikonsumsi bagi kamu yang ingin mengetahui tentang cinta secara mendalam berdasarkan filosofis-filisofis dari pakar-pakar romantisme.