Banyak orang bilang bahwa untuk melupakan seseorang yang pernah bersemayam di hati tidak semudah mengedipkan mata, butuh proses dan butuh waktu seumur hidup. Seperti sepenggal lirik lagu populer milik ST 12:http://herryfahrurrizal.blogspot.com/
“Satu jam saja ku telah bisa, cintai kamu di hatiku.
Namun bagiku melupakanmu, butuh waktuku seumur hidup.”
Yah, memang benar. Saya pernah merasakan, saya pernah mengalami, saya pernah terjatuh ketika si dia lebih memilih tinggalkan kisah yang pernah dirajut dengan indah. Sekuat apapun hati, kalau sudah bersinggungan dengan cinta pasti lemah. Anggap saja hubungan yang pernah kita jalin bersamanya dan berakhir dengan kata “putus” adalah suatu kegagalan. Setiap orang bebas mengekspresikan kegagalannya dengan cara apapun, dengan cara menangis, menyendiri, menyesali keadaan bahkan mengutuk diri sendiri. Namun haruskah kita terus-menerus berbaring dengan kegagalan sementara masa depan ada di tangan kita? Menanti kita untuk bangkit.
Bersedih boleh, tapi jangan sampai kita meratap, jangan sampai kita mengasihani diri dan menganut falsafah “Aku Tak Bisa Apapun Tanpamu” atau “Aku Tak Bisa Hidup Tanpamu”. Kasihan sekali jika Kamu masih berkutat dengan ungkapan klasik itu. Sama sekali tidak ada untungnya, malah akan membuat tubuh kering-kerontang lantaran terus-menerus memikirkan si dia.
Bila ingin menangis untuk dia yang telah pergi, entah itu pergi ditinggal kawin, ditinggal berpacaran dengan teman sendiri, ditinggal tanpa kabar atau ditinggal mati. Cukup sehari saja kita menangis untuk dia yang telah bodohnya meninggalkan kita. Kita masih berharga dan buatlah diri kita berharga di mata dunia.
Sebagian orang bisa dengan mudah melupakan sang mantan, dengan syarat mantan itu tidak terlalu dalam meninggalkan kenangan di hidup kita. Tetapi yang bahaya itu jika mantan benar-benar menyisakan kenangan bertuah di hati dan hidup kita. Namun bukan berarti kita harus berkutat dengan masa lalu, sebab hidup untuk masa mendatang. Banyak cara yang dapat dilakukan buat melupakan si mantan yang pernah mengakar di hati.
1. Niat
Yah, segalanya diawali dengan niat. Tancapkan dalam hati kita sebuah keyakinan, bahwa:
Tanpamu aku masih bisa hidup!
Tanpamu aku bisa berkarya!
Tanpamu aku bisa sukses!
Tanpamu aku bisa segalanya
Seperti lirik lagunya Rebecca:
Tanpamu kugapai keinginanku
Tanpamu kusampai di tujuanku
Aku mampu melangkah mesti tanpamu
2. Hapus akun Fesbuk dan Twitternya
Kalau kita ingin melupakan mantan, untuk apa sih diam-diam masih ngintip status-status dia di situs jejaring sosial? Hal itu akan menambah sakit hati dan berdarah-darah bila mendapati status/foto mantan yang kurang berkenan di hati. Mending remove atau blokir saja sekalian. Selesai kan?
3. Bakar atau simpan di gudang hal-hal yang berkaitan dengannya
Entah berupa foto, video rekaman bersamanya dan semua benda-benda yang pernah dia berikan ke kita. Untuk apa masih disimpan rapi jika hal itu membuat hidup kita makin kacau? Semua hal yang akan akan membuatmu cengeng bila melihatnya lebih baik dimuseumkan saja, kalau perlu dibakar agar Kamu tak perlu lagi mengingat-ingatnya.
4. Berkarya
Sakit ditinggalkan kekasih bukan bermakna dunia sudah berakhir. Kecewa sih pasti, namun bagaimana kalau kita mengekspresikan kekecewaan kita dengan berkarya? Yeah, berkarya apa saja yang bisa kita lakukan. Misalnya kalau Kamu senang menulis, Kamu bisa melampiaskan kekecewaan dengan menulis sebanyak-banyaknya. Kalau Kamu senang menyanyi, Kamu bisa menyalurkan bakat terpendammu walaupun hanya menjadi artis kamar mandi. Eitz, tapi gak gitu juga yeah. Hee…
Intinya, Kamu harus menggali semua potensi yang ada padamu. Buat daftar impian dan raih prestasi sebanyak-banyaknya. Seperti yang saya katakan di awal, buat diri kamu berharga di mata dunia. Berharga dengan cara berkarya dan berprestasi. Kalau Kamu sudah sukses, jangan lupa ucapkan terima kasih untuk dia yang pernah mengisi sepenggal episode di hidup kita, untuk dia yang pernah membuat kita tersenyum, tertawa, menangis, terluka dan kecewa. Karena dengan luka yang diberikannya membuat kita lebih dewasa serta memetik hikmah di balik pengalaman pahit.
5. Cari Pengganti
Kita sudah melakukan yang terbaik untuk diri kita, berkarya dan berprestasi. Kalau Kamu kesepian dan mungkin saja ngiri melihat orang lain berpasang-pasangan, saatnya kamu cari pengganti. Ribuan bahkan jutaan cowok/cewek masih ngantri ngarepin cinta kita. So, jangan menghukum diri sendiri dengan menutup hati bagi orang yang ingin masuk ke kehidupan kita. Berikan peluang untuk mereka dan kamu berhak mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.
Yeah, ini adalah tips-tips dari saya untuk melupakan mantan yang sangat susah buat diusir dari otak. Untuk poin nomor ini saya bahkan menempel sebuah tulisan di kamar, begini bunyinya:
Aku Akan Sukses!!!
Akan kubuat dirimu menyesal seumur hidup telah menyia-nyiakan ketulusanku!
Kiranya, kalimat inilah yang akan mendorong saya untuk bangkit dari keterpurukan.
Tulisan ini menjadi juara ke-2 dalam lomba menulis"Berbagai Cara Melupakan Mantan Kekasih" yang diselenggarakan oleh Adrei Aksana dan Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
Blogku rumah hatiku... penghuninya adalah harapan-harapan kecil hingga menjelma karya
Jumat, 28 Oktober 2011
Tanpamu Aku Bisa
Telah Terbit-Surat Terakhir
Inilah buku Dhee Shinzy berikutnya yang akan meramaikan pasar buku
"Surat Terakhir"
Hmm...pokoknya dibuku ini penuh dengan cinta, cinta, dan cinta... mau tahu sinopsisnya...
Nieh, salah satu tulisan dalam buku ini
Aku Masih Dengan Hati Yang Sama
oleh Dhee Shinzy
Ketika tinta emasku berhamburan merangkai kata tentangmu, remuk yang melanda kisi-kisi hatiku masih belum teredam. Tentang perjumpaan kita yang singkat itu namun menyisakan kenangan bertuah. Seakan baru kemarin terjadi, padahal sudah lapuk dimakan usia. Namun hatiku masih sama. Masih seperti yang tak kau inginkan.
Di sini, dalam lembaran-lembaran putih ini, kutuangkan kembali hati yang masih sama itu. Bahwasanya hanya namamu yang mendarah daging di organ tubuhku. Senyum nan pernah terukir dari bibir tipismu yang merah itu, akh… serasa ada magnet yang memaksaku untuk terus menguntitmu. Setiap saat, ingin selalu mendengar kabar tentangmu. Dengan cepatnya mata indahmu menjalar ke bagian-bagian yang sebelumnya tak pernah kusentuh. Petualangan pun kumulai, sekedar untuk mendapatkan lagi senyummu yang sempat hilang dari pandangan selama bertahun-tahun.
Biarlah hanya hati, Tuhan dan waktu yang tahu kronologis asal-muasal aku terjatuh dalam tatapan bening matamu. Sebab mereka hanya bisa tertawa dan termanggut-manggut, menyaksikanku tergelincir dalam air mataku sendiri..... (read more)
Mungkin hanya hati, Tuhan dan waktu yang tahu sakitnya jiwa ini. Fenomena itu nyaris mematikanku yang teramat polos memiliki rasa itu. Seharusnya aku sadar, semestinya aku mengerti. Tapi cinta membutakan segalanya. Aku tetap mencintaimu sampai kini. Masih dengan hati yang sama, seperti enam tahun silam. Bagiku,
Kau adalah sebuah huruf, yang kuikat jadi kata
Kemudian kurangkai jadi satu kalimat
Lalu kutuliskan paragraf-paragraf cerita tentang kita
Maka terbentuklah sebuah wacana
Menjadi lembaran-lembaran buram
Sebentuk kisah cinta dan derita.
Mungkin hanya hati, Tuhan dan waktu yang tahu, kepergianku dari tempat kelahiran (Malingping-Banten) menuju ke Kota Kembang, hanya ingin mengusir kau dari otakku. Tapi di sini, di tempat pengaduan ini hanya namamu yang masih slalu kucari. Aku pun tak mengerti, mengapa aku masih menyelipkan satu lembar namamu di kotak rahasiaku? Padahal, jelas-jelas kau telah merobek-robek jantungku. Seharusnya aku merecah-recah wajahmu yang diam-diam bermain di belakangku, tapi tak kuasa kulakukan karena… senyummu selalu saja memaksaku untuk tertunduk pada cintamu...
Tahukah kamu, salah satu dari ribuan impianku, adalah bertemu lagi denganmu dalam jarak yang nyata. Pintaku pada Tuhan dalam setiap doa di keheningan maupun keramaian, agar kau bisa menyadari apa yang aku cari ada padamu.
Tuhan, ampuni aku yang melebih-lebihkan kadar cinta yang Kau anugerahkan. Aku hanya tak mampu menepis rasa cinta yang tlah mendarah daging selama bertahun-tahun menyumsum di tulang-belulangku. Aku ingin menatapnya sekali lagi, sebelum hatiku benar-benar bisa melepaskannya untuk orang lain.
Ini puisi untukmu yang tak sempat kukirim, 10 Mei 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
