Tahukah orang paling berjasa dalam merawat, mendidik, serta mencukupi kebutuhan hidup Anda dari kecil hingga dewasa? Tahukah orang yang (sebenarnya) paling hebat di balik "kehebatan" Anda? Sudah pasti, jawabannya adalah orang tua. Mereka selalu ingat di mana pun kita berada. Apakah kita sebagai anak selalu ingat keberadaan mereka? Bapak-ibu juga yang selalu mengerti dan memenuhi berbagai kebutuhan anak.
Tapi, apakah anak sudah bisa memenuhi kebutuhan mereka? Karena berbagai pertanyaan itulah, buku ini hadir. Buku kumpulan cerpen setebal 169 halaman ini bermula dari hasil perlombaan atas buku Sampai Penghabisan yang diselenggarakan Dhee Shinzy Yunengsih dan kawankawannya pada pertengahan 2011. Kehadiran buku ini bermaksud mengapresiasi perjuangan serta kasih sayang para orang tua yang sebenarnya sering kita abaikan.
Ada banyak kisah menarik sekaligus inspiratif, baik sebagai orang tua maupun anak. Sebagai tamsil, ada cerpen berjudul "Toples Kaca Antik" karya Lisna Nur Chairinnisa. Dikisahkan, meski orang tuanya berpendidikan rendah dan hanya berprofesi sebagai pedagang kue kecil-kecilan, mereka selalu optimistis dan tak pernah letih mendoakan anaknya agar dapat sekolah ke perguruan tinggi, bahkan sampai lulus S2.
Ketika cita-cita itu menjadi kenyataan, sang anak pun mengapresiasi perjuangan orang tuanya dengan cara yang unik, yakni dengan menulis surat rahasia dan dimasukkan ke dalam toples kaca. Surat itu berisi renungan, pujian, dan kerinduan pada orang tuanya. Kelak, surat itu hanya dibuka pada saat yang tepat, selepas sang anak diwisuda S2.
Alhasil, ketika waktunya tiba, surat itu dibuka dan dibaca. Maka, rasa haru dan linangan air mata pun tak terelakkan antara sang anak dan orang tuanya (halaman 33-42). Ada juga cerpen berjudul "Susu untuk Alifta" yang berkisah ihwal perjuangan seorang ibu yang telah uzur untuk membelikan susu bagi Alifta, anaknya. Pernah suatu hari, sang Ibu tak punya uang untuk membelikan susu untuk Alifta.
Akhirnya dia memberi air tajin yang dicampur gula. Meski begitu, Alifta tak pernah protes. Hingga suatu hari, sang ibu pun memutuskan bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumah sakit, dengan harapan bisa membeli susu bagi Alifta. Akhirnya, ibunya pun bisa kembali membelikan susu buat Alifta. Namun ketika Alifta telah beranjak dewasa dan berprofesi sebagai dokter spesialis, Alifta pun diajak ibunya ke rumah sakit, tempat beliau bekerja dahulu.
Seketika itu, Alifta pun terkejut bukan main. Ibunya juga bercerita bahwa di rumah sakit itulah, dia juga bertemu ayah tiri Alifta. Selain sebagai tukang bersih-bersih, ibu Alifta juga berprofesi sebagai penjual darah karena kebetulan golongan darahnya O, jadi bisa didonorkan kepada siapa pun. Mendengar semua penuturan ibunya itu, Alifta pun diam termenung.
Singkat cerita, sejak itu Alifta berjanji pada dirinya akan menjadi donatur susu tetap kepada anak-anak miskin yang kekurangan gizi (halaman 78-83). Saya kira dalam buku ini masih banyak lagi kisah-kisah lain yang berceloteh ihwal perjuangan para orang tua yang sungguh dahsyat. Itu semua mereka lakukan dengan ikhlas dan susahpayah, demi memperjuangkan kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya di masa mendatang.
Lalu, apakah kita sebagai anak rela mengecewakan atau bahkan menyakiti hatinya? Buku ini sarat pesan makna berharga. Secara tidak langsung, para penulis cerpen ini telah sukses membius pembaca agar lebih memperhatikan etika dan tata krama terhadap kedua orang tua karena orang tua-lah yang telah bersusah payah memberikan yang terbaik demi kebahagiaan anak-anaknya.
Tak ada anak yang sukses tanpa peran orang tua. Sebaliknya, kebahagiaan orang tua tak akan lengkap tanpa kesuksesan anak. Di belakang anak yang hebat, terdapat pula orang tua yang hebat. Maka, tak ada pilihan kecuali berbakti kepada kedua orang tua dengan cara merawatnya dan mengapresiasi jerih payah perjuangan mereka.
PENASARAN DENGAN ISI BUKUNYA.... SILAHKAN DIPESAN SECARA ONLINE INVIT PIN BB 2B036503 UTK PEMESANAN.
Peresensi
Ammar Machmud tinggal di Semarang
diresensi di www.koranjakarta.com
Judul : Hadiah Kecil untuk Orang Tua
Penulis : Dhee Shinzy and Frends
Penerbit : Leutika Prio, Yogyakarta
Cetakan : I, Desember 2011
Tebal : xvii 189 halaman
Harga : Rp40.700

Tidak ada komentar:
Posting Komentar