Deskripsi
Perkuliahan
Mata kuliah
Kajian Prosa Fiksi merupakan mata kuliah yang mengenalkan mahasiswa
secara langsung mengenai teks kesusastraan (karya). Dengan demikian, mahasiswa
akan terlibat secara individual maupun kelompok untuk mengkaji berdasarkan
proses keterbacaannya. Mahasiswa akan diajarkan cara-cara menganalisis prosa
fiksi mulai dari strukturalisme, semiotika, psikologi sastra, dan sosiologi
sastra. Beberapa novel dan cerpen akan dijadikan sebagai objeknya.
Mata Kuliah
Prasyarat
Di dalam mata
kuliah ini, mahasiswa harus lulus menempuh mata kuliah Teori Sastra, Sejarah
Sastra dan Apresiasi Prosa Fiksi sebagai prasyarat. Sementara itu mata kuliah Kajian Prosa
Fiksi merupakan prasyarat untuk berlanjut ke matakuliah Kritik Sastra.
Kompetensi
Dasar
- Menjelaskan
pengertian kajian prosa fiksi
- Membuat
klasifikasi berdasarkan genre prosa fiksi dan menjelaskan
strukturalisme
- Mengenal
dan memahami konsep cerita pendek dan menjelaskan semiotik
- Mengidentifikasi
novel mutakhir dan menjelaskan prinsip-prinsip psikologi sastra
- Membedakan
karya ”sastra populer” dan ”sastra serius” berdasarkan ideologi estetika,
resepsi pembaca dan pemahaman pasar/ sosiologi sastra.
- Melakukan
pembandingan terhadap karya-karya realis dan surealis
- Memahami
konsep sastra religius dan gerakan sastra Islami
- Mengidentifikasi
karya-karya sastrawan perempuan pasca Era Reformasi dan kaitannya dengan
feminisme
- Menjelaskan
keterkaitan antara karya prosa fiksi dengan film sebagai sebuah karya
adaptasi.
- Menjelaskan
field research untuk menemukan cerita rakyat/ folklor di masyarakat
Jadwal
Perkuliahan
|
Pertemuan
|
Pembahasan
|
|
Ke-1
|
- Kontrak
perkuliahan
|
|
- Penjelasan
terkait silabus
|
|
|
- Menjelaskan
pengertian dan ruang lingkup kajian prosa fiksi
|
|
|
Ke-2
|
- Berbagai
pendekatan karya sastra
|
|
Ke-3
|
Sejarah Cerpen dan Novel Indonesia
|
|
Ke-4
|
- Analisis Alur
dan Pengaluran
|
|
Ke-5
|
Analisis
Tokoh, Latar, dan Penceritaan
|
|
Ke-6
|
- Mengenal dan
memahami konsep cerita pendek dan menjelaskan semiotik
|
|
Ke-7
|
- Mengidentifikasi
novel mutakhir dan menjelaskan prinsip-prinsip psikologi sastra
|
|
Ke-8
|
Mengumpulkan tugas kajian individu
- UTS
|
|
Ke-9
|
Membedakan karya ”sastra populer” dan ”sastra serius”
berdasarkan resepsi sastra dan pemahaman pasar/sosiologi sastra.
|
|
Ke-10
|
- Membaca
cerpen surealis dan realis
- Melakukan
pembandingan terhadap karya-karya realis dan surealis
|
|
Ke-11
|
- Memahami
konsep sastra religius dan gerakan sastra Islami
|
|
Ke-12
|
- Mengidentifikasi
karya-karya sastrawan perempuan pasca Era Reformasi dan kaitannya dengan
feminisme
|
|
Ke-13
|
- Mengapresiasi
film yang diadaptasi dari novel
|
|
Ke-14
|
- Menjelaskan
keterkaitan antara karya prosa fiksi dengan film sebagai sebuah karya
adaptasi
|
|
Ke-15
|
- UAS
|
Metode/
Teknik/ Pengalaman Belajar
1.
Pendekatan : Komunikatif-integratif
2. Metode/
teknik : - ceramah dan tanya jawab
- presentasi
dan diskusi
- survey data ke perpustakaan
- Tugas field
research folklor (kelompok)
Media
Pembelajaran
1.
Papan tulis
2.
LCD/ Infokus
3.
Buku prosa
fiksi
Tugas-Tugas
1. Mengkaji
buku-buku prosa fiksi
2. membuat tulisan
dalam bentuk esai/ resensi terhadap karya-karya yang telah diapresiasi
3. Tugas field
research folklor (kelompok)
Penilaian
1. Sistem
Penilaian
- Untuk mengukur
pemahaman terhadap kajian prosa fiksi, mahasiswa diberikan tes tertulis dan
membuat hasil kajian dalam bentuk tertulis (individu) dan presentasi
(kelompok).
- Untuk mengukur
pengetahuan, wawasan, dan pemahaman mengenai materi kajian prosa fiksi,
mahasiswa diberikan tes tertulis dalam kurun waktu yang telah ditentukan
2. Pemerolehan
Nilai
- Bobot UTS =
1, UAS = 2, Tugas = 1
- Nilai akhir =
Sigma dari perkalian bobot dan perolehan nilai di atas dibagi dengan jumlah
keseluruhan bobot
Sumber
Bacaan/ Rujukan
Budiman, Manneke. 2004. Sastra Bandingan (Jurnal) Jakarta: Kalam.
Jassin, H.B. 1985. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai 1.
Jakarta: Gramedia,
Kayam, Umar. 2005. Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Jakarta:
Pustaka Utama Grafitti.
Mahayana, Maman S. 2005. 9 Jawaban Sastra Indonesia. Jakarta: Bening
Publishing.
Rahmanto, B. 2004. Umar Kayam: karya dan Dunianya. Jakarta:
Grasindo.
Teeuw, A. 2003. sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.
Yoesoef, M. 2007. Sastra dan Kekuasaan. Jakarta: Wedatama Widya
Sastra.
Segers. Rien T. 2000. Evaluasi Teks Sastra. Yogyakarta: Adi Cita (diterjemahkan
oleh Suminto A. Sayuti)
Selden, Rahman. 1996. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press. (diterjemahkan oleh Rahmat Djoko Pradopo)
Budianta, Melani dkk. 2002. Membaca Sastra. Magelang: Indonesia
Tera.
Bordwell, David dan Thompson, Kristin. 1993. Film Art: an Introduction.
USA: Motion Picture
Chatman, Seymour. 1990. Coming to Terms: The Rhetoric of Narratives in
Fiction and Film. New York: Cornell University
Djokosujatno, Apsanti. 2005. Cerita Fantastik dalam
Prespektif Genetik dan Struktural. Jakarta: Djambatan.
Faruk.
2010. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk.
2002. Novel-Novel Indonesia, Tradisi Balai Pustaka 1920-1942.
Yogyakarta: Gama Media
Nurgiyantoro,
Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Pradopo, Rahmat Djoko. 1995 Beberapa Teori Sastra,
Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sani, Asrul. 1997. Surat-surat Kepercayaan. Bandung: Angkasa.
Sutanto,
Irzanti dan Ari AP. 2003. Prancis dan Kita, Strukturalisme, Sejarah,
Politik, Film dan Bahasa. Jakarta: Wedyatama Widya Sastra.
Ratna,
Nyoman Kuta. 2010. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial
Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Venayaksa,
Firman. 2011. Tingbating. Serang: Gong Publishing.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995 Teori
Kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Zaimar, Okke K.S. 1991. Menelusuri Makna Ziarah Karya
Iwan Simatupang. Jakarta: Intermassa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar