Oleh Dhee Shinzy Y.
Sambil menonton si kotak ajaib, Lisa, Jule, Evi dan Isma, mereka tengah asyik berkumpul membaca sebuah majalah gosip. Ruangan bercat pink itu nampak gaduh oleh obrolan tentang ramalan zodiak dari sebuah majalah. Terlihat wajah riang bagi ramalannya yang kebetulan sesuai. Wajah cemas pun nampak pada yang ramalannya tidak berkenan di hati.
“Hore, dalam minggu ini aku akan ditembak seseorang... siapa ya?!” Seru Isma dengan wajah sumringah.
“Oh, ternyata biru adalah warna keberuntunganku.” Evi termanggut-manggut mengacuhkan kegembiraan Isma sambil terus memeloti majalah tersebut.
“Waduh, si doi akan mutusin gue bulan depan. Gimana nih?” ujar Lisa dengan nada cemas.
Begitu antusiasnya mereka meyakini ramalan zodiak tersebut. Contoh itu hanyalah sebagian kecil aktivitas manusia yang percaya terhadap ramalan. Parahnya ramalan-ramalan tersebut telah berubah menjadi sebuah keyakinan yang dianut oleh sebagian masyarakat hingga hari ini. Keyakinan-keyakinan semacam itu, kalau ditelusuri ternyata telah terjadi berabad-abad lamanya. Dewasa ini, peramal-peramal semakin bermunculan di televisi-televisi, media online, maupun media cetak. Jenis-jenis ramalan yang kita kenal seperti horoskop, ramalan garis tangan, kartu tarot, hong sui/feng sui, ramalan cuaca dan lain-lain telah merajalela dalam kehidupan masayarakat dan tidak bisa dihindari.
Almarhumah Mama Laurent pun turut andil dalam berbagai ramalannya. Sebelum kematiannya dia pernah meramalkan, tahun 2010 adalah tahun logam yang akan banyak terjadi peristiwa menghebohkan. Pada tahun 2010 akan terrjadi kejadian-kejadian alam yang ekstrim, seperti gempa bumi, gunung meletus, angin ribut/putting beliung atau angin payung buangan dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan khatulistiwa, akan terjadi musibah besar yang disebabkan pemakaian nuklir.
Masyarakat juga sempat digegerkan dengan munculnya ramalan Kiamat yang disebut-sebut akan terjadi pada tahun 2012. Isu ini merebak setelah sejumlah situs yang selama ini intens mengeksploitir misteri tata surya merilis kehadiran planet Ni Biru ke ruang tata surya Bima Sakti. Tak tanggung-tanggung, dampak dari eksposing ramalan ini, sempat merambah dan mengguncang keyakinan dan prospek pendidikan akidah anak-anak usia dini.
Sangat miris melihat fenomena yang terjadi dalam masyarakat, hampir seluruh lapisan masyarakat percaya kepada ramalan. Fenomena ramalan semakin mencuat, sangat marak dibicarakan, keberadaannya tidak dapat dimusnahkan. Banyak orang yang telah menjadi korbannya. Tak sedikit orang yang terpengaruh oleh ramalan, sebagian mereka akan menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kebenaran dari ramalannya, sebagian lagi mungkin cuek menganggap ramalan itu sekedar hiburan. Sangat menyedihkan bagi mereka yang sudah kecanduan akan ramalan-ramalan. Entah itu para selebritis, kaum intelektual, maupun masyarakat awam. Mengapa?
Dari beberapa fakta yang terjadi, ramalan sesungguhnya hanya membuat masyarakat resah dan ketakutan. Ramalan merupakan suatu ilmu untuk menafsir/memprediksi tentang nasib seseorang di masa depan tentang jalan hidup seseorang. Ramalan juga sebagai usaha untuk menguraikan kehendak para dewa dengan menggunakan berbagai teknik ilmu. Ilmu tersebut merupakan salah satu cabang dari ilmu sihir, sedang ilmu sihir sendiri telah diharamkan dalam Islam, dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama.
“Dan Dialah (Allah) yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim.” (QS. Luqman: 34 )
Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah-lah yang mengetahui apa yang ada di rahim. Dan pengetahuan tentang apa yang di dalam rahim, menurut tafsir (QS. Al-An’am: 59 dan QS. Luqman: 34) adalah termasuk salah satu kunci-kunci ghaib yang tidak ada satupun manusia bisa mengetahuinya kecuali Allah. Persoalan nasib, jodoh, rezeki, mati, dan hari baik itu hanyalah Allah SWT. Manusia diberikan kesempatan oleh Allah untuk merencanakan dan berusaha semaksimal mungkin. Artinya, kita bisa merancang masa depan nasib, jodoh, rezeki, kecuali mati dengan kemampuan yang baik pula. Kalau sudah berusaha maksimal, baru tawakal kepada Allah agar tidak menjadi hamba yang sombong.
Masihkah kita percaya terhadap ramalan-ramalan para peramal yang sesungguhnya mereka adalah pendusta?
1 komentar:
cek tes aja
Posting Komentar