Selasa, 29 Maret 2011

Untuk Lima Tahun Mendatang


Korupsi itu dilakukan oleh orang-orang pintar, bukan orang cerdas. Kalau mereka cerdas, mereka pasti akan memikirkan dampak dari korupsi itu sendiri. Mereka hanya memikirkan kepentingan perutnya sendiri dan trik bagaimana menghilangkan milyaran rupiah. Tidak memikirkan berapa juta perut-perut kelaparan akibat perbuatan korup yang dilakukan.
Lima tahun mendatang, aku ingin bangsaku menjadi negeri yang bebas dari korupsi, hukum ditegakan seadil-adilnya, tidak pandang bulu serta tidak memihak pada kaum tertentu. Hukum tidak hanya berlaku untuk orang miskin, tapi juga untuk orang kaya. Kebobrokan hukum di Indonesia sudah nampak jelas dalam berbagai kasus, contoh kecil saja kasus yang paling terkenal seperti kasus Prita, dan masih banyak kasus-kasus lain yang memarjinalkan kaum miskin. Rakyat kecil yang hanya mencuri pisang saja dipenjara, sedangkan maling berdasi yang menggelapkan milyaran rupiah dibiarkan perut-perutnya membuncit.
Lima tahun mendatang aku ingin negeriku menjadi negeri yang kaya, masyarakatnya kaya akan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai religi,  sehingga bisa memanfaatkan sumber daya alam yang tersisa dengan sebaik-baiknya dan mampu menciptakan lapangan kerja. Pemerataan lapangan pekerjaan di tiap provinsi, sehingga tidak menyebabkan arus ubanisasi maupun transmigrasi. Bangsa pribumi tidak lagi menjadi “babu” di Negara lain, tetapi mampu mendatangkan “babu” dari Negara lain. Semoga kita bisa mencontoh Jepang yang tak menampakkan kesengsaraan walau diterjang tsunami.
Lima tahun mendatang aku ingin, semua jenjang pendidikan di Indonesia bebas dari biaya apapun (gratis), agar kaum miskin bisa menikmati indahnya pendidikan. Rakyat miskin bisa merasakan nikmatnya bangku kuliah,  tidak ada lagi masyarakat buta huruf, anak jalanan maupun pengemis yang menjadi pemandangan buruk negeri ini.
Sarana transportasi yang masih carut-marut, menyebabkan kemacetan merajalela di kota-kota besar, terutama ibukota dan Jawa Barat. So, perbaiki sarana transportasi.
Lima tahun mendatang, aku ingin negeriku lebih baik dari hari ini, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan teknologi.

Tidak ada komentar: